tengah pakem perbedaan itu masalah. Ayah dan
ibunya seorang penganut Kristen. Secara otomatis,
ia pun memeluk agama yang dianut orang tuanya.
Namun, pengetahuan agama justru didapatnya
melalui bibinya. Ia sering diajak ke gereja.
"Ya, saat itu aku masih kecil, jadi tak banyak yang ku
pikirkan. Namun, aku coba menyenangkan hatinya
dengan mengikuti apa yang dilakukannya," kenang
Andy, seperti dikutip Onislam.net , Ahad (8/9).
Secara umum, tak ada yang berkesan bagi Andy
ketika ia ke gereja. Yang ia ingat, hanyalah ketika ia
bermain sandiwara dan memerankan seorang putri.
Selebihnya, tak ada yang istimewa.
"Justru aku itu heran, selesai beribadah justru
banyak hal buruk yang dilakukan," kata dia.
Memasuki usia dewasa, Andy mulai bermasalah
dengan keluarganya. Hubungan dengan sang ayah
tak lagi harmonis. Mereka sering terlibat
pertengkaran hebat. Ini yang membuat Andy
merasa frustrasi. Pada masa inilah, Andy mulai
mengenal obat-obatan terlarang, rokok dan
mengkonsumsi alkohol secara berlebihan.
Suatu malam, sang adik mengajaknya makan di
sebuah restoran. Saat itu, Andy bertemu teman sang
adik yang kebetulan beragama Islam. Andy dibujuk
agar tinggal di Bratislava. Namun, Andy
menolaknya.
Pada Januari 2005, Andy pun luluh. Ia
memutuskan tinggal bersama adiknya itu. Lalu, ia
bertemu dengan teman adiknya yang beragama
Islam itu. Pada satu pertemuan, keduanya terlibat
diskusi menarik tentang Islam dan Muslim. Kesan
awal, Andy merasa aneh dengan apa yang
disampaikan teman adiknya itu.
Perlahan tapi pasti, Andy mulai menikmati debat itu.
Banyak informasi baru yang didapatnya. Ia bahkan
dipinjamkan buku-buku tentang Islam dan Muslim.
Lalu, ia pun diberikan Alquran terjemahan bahasa
Slovakia.
"Jujur, ketika membaca Alquran, aku mulai
merasakan gejolak. Aku menangis ketika membaca
surat Al-Muzammil," kenang dia.
Andy menyadari banyak hal yang telah disia-siakan.
Ia telah melakukan banyak hal yang merugikan
dirinya sendiri. Lalu, muncul niatan untuk
memperbaiki diri. Ketika niatan itu terlaksana, ia
bertemu dengan seorang Muslimah. Kembali terjadi
obrolan mendalam tentang Islam.
"Aku mulai yakin, aku pun bersyahadat," kenangnya.
Selepas bersyahadat, Andy merasa seperti kupu-
kupu yang bebas. Ia rasakan ketenangan, hal yang
jarang ditemukannya. "Ini kesempatanku untuk
hidup lebih baik," kenangnya.
Namun, keputusannya menjadi Muslim tak diterima
orang tuanya. Alquran miliknya diambil. Begitupula
dengan ponsel. Andy pun merasa kesepian. "Aku
berdoa, cobaan ini semakin membuatku kuat. Insya
Allah, aku ingin menjadi wanita yang shalih, teman
dan istri yang baik," pungkasnya.
Red: Didi Purwadi
Rep: Agung Sasongko
(Artikel ini ane dpt dari REPUBLIKA.CO.ID )
Share This :











0 komentar:
Posting Komentar